Karma trotoar ?

3 10 2007

Pagi ini Blackkariz jalan santai abizz… mood lagi ga bisa buat slonong boy selip kanan selip kiri. Jadi, yaaaa.. mlipir di jalur sebelah kiri yg berbatasan dengan trotoar. Selepas flyover Pondok Bambu lalu lintas cukup padat, terjadi bottle neck antara yg datang dari arah flyover dengan arus dari arah bawah. Namun, sekali lagi.. itulah enaknya naik motor, ketika sampai di ujung flyover, nyalain sein kiri, kepala liat ke belakang, sambil ngangguk ke arah pengemudi di sebelah kiri, ehh.. di beri jalan untuk masuk ke kiri.. makasih ya Pak, udah ngasi jalan ga seperti oknum supir taksi kemaren… mlipir di jalur kiri lagi deh. Sejauh mata memandang, jalanan bener-bener padat hingga motor pun sering berhenti. Bagi yang kurang sabar, seperti biasa trotoar menjadi korban untuk kesekian kalinya oleh para oknum pengendara seepeda motor. Sedang asik-asiknya jalan santai, dari jauh terlihat kejadian yang membuat gw ingin tertawa, tapi kasihan, juga prihatin….

wakakakakaka….





Perpanjang STNK

2 10 2007

Jam 7.30 WIB, Blackariz masuk ke parkiran kantor samsat Bekasi. Parkiran motor sudah lumayan banyak peminatnya, namun Blackariz jalan terus menuju belakang. Sesampainya di belakang samsat, situasi masih sepi ti tempat cek fisik motor, jadi bisa parkir di deretan depan. Liat loket untuk cek fisik kendaraan…. hmm.. masih tutup, baru buka jam 8.00 WIB… ya udah, ambil formulir perpanjangan stnk dulu trus ngisi deh. Jam 8 dapet kertas untuk esek-esek no mesin dan rangka seharga Rp. 10.000,-. Dengan sedikit berebutan, akhirnya bisa nyurus petugas di situ buat esek-esek di Blackariz. Setelah selesai, 4 lembar ribuan alias Rp. 4.000,- say thank you ke petugas itu. Setelah itu hasil esek-esek dikembalikan ke loket dan.. again.. Rp. 10.000,- berpindah tangan. Nunggu beberapa saat, nama gw dipanggil dan di beri kertas berita serah terima dan melanjutkan untuk memperpanjang stnk di gedung depan.

Lanjut maannggg….





Kemana Wibawamu ?

1 10 2007

Lampu menyala merah, dengan santai gw berhentikan motor di belakang mobil terdepan. Biarlah sisi kiri buat mereka yang sudah ngebet ingin ketemuan ce ce pe an nya di kantor. Sambil menunggu lampu menyala hijau, gw berdendang-dendang santai nyanyiin lagu Honestly-nya Stryper. Lagi enak-enaknya berdendang, sekilas terdengar suara ribut-ribut di sisi kanan gw, dan setelah menengok ke kanan…..

  liat ke kanan donk….>





Percakapan Sore

28 09 2007

Pada suatu sore, sejauh mata memandang, jalur Sudirman arah Ratu Plaza – Semanggi terlihat sangat padat. Baik mobil dan motor saling klakson, nge-gas berulang-ulang, curi-curi jalur, pokoke hukum siapa cepat dia dapat sangat-sangat diterapkan pada situasi seperti ini. Sebagai pengendara motor kebanyakan, gw ikuti arus saja kemana jalur yang kosong, dan ternyata jalur kosong lebih banyak di jalur paling kiri yg bersebelahan dengan trotoar. Lumayan… naik motor sangat membantu ketika keadaan sedang macet seperti ini. Setelah jalan beberapa saat, di depan pintu keluar Ratu Plaza barisan motor di jalur paling kiri mulai tersendat, yang tidak sabaran langsung menyerang para pejalan kaki di atas trotoar. Sampai akhirnya gw melihat penyebab mandeknya barisan motor di sebelah kiri. Penyebabnya adalah sebuah taksi yang berjalan mepet ke arah trotoar sehingga tidak menyisakan space untuk pengendara motor berjalan di sebelah kiri taksi tersebut. Lalu beberapa motor mulai menyalip ke sebelah kanan dan memotong di depan taksi itu untuk mengambil jalur sebelah kiri. Sempat terlihat ada seorang pengendara motor yang yang memotong jalur taksi tersebut dengan mengangkat kaki kirinya ke arah kap mobil taksi itu. Setelah itu ternyata supir taksi itu lebih agresif, dia langsung memepetkan moncong mobilnya ke kendaraan di depannya sehingga pengendara motor yang akan masuk ke jalur kiri tidak bisa lewat. Dan mereka pun akhirnya mencari jalan lain ke sebelah kanan kendaraan di depan taksi itu.

Giliran gw deh





Gali lobang.. tutup lobang

20 09 2007

Gali lubang… tutup lubang… gali lubang… tutup lubang… Hal yang seringkali kita lihat di beberapa ruas jalan yang ada di Jakarta ini. Penggalian ini biasanya dilakukan karena akan ada penanaman kabel telekomunikasi, kabel listrik ataupun pipa saluran air. Sepintas semua kegiatan penggalian yang dilakukan memang terlihat sebagai hal yang normal, tanah digali, lalu kabel atau pipa diletakkan didalam galian dan selanjutnya ditutup lagi. Dari pandangan saya, hal tersebut kalau dilakukan 2 atau 3 kali pada lokasi yang sama normal-normal saja. Tapi kalau dilakukan berulang-ulang kali, jujur saja sangat mengganggu kegiatan para pengguna jalan raya. Setiap ada penggalian, hampir bisa dipastikan jalan di lokasi penggalian akan MACET. Tidak ada galian saja kapasitas jalan untuk menampung kendaraan sudah dirasakan sangat padat dan kadang sudah menimbulkan kemacetan, apalagi kalau di situ ada penggalian, yang secara otomatis akan memakan sebagian area jalan. Dampak yang tidak mengenakan pastinya akan menghampiri para pengguna jalan raya, baik pengendara kendaraan bermotor maupun para pejalan kaki.

Memangnya ada dampak apa sih ?





Busway perusak pepohonan ?

18 09 2007

Ada pemandangan yang beda ketika gw melewati jalan raya Metro Pondok Indah. Barisan pohon palem yang ada di ruas pembatas jalan sebagian ditutupi oleh kain berwarna putih. Hmm… apa ada acara keagamaan..? Belum habis keheranan gw, jarak antar beberapa pohon terpampang potongan-potongan papan triplex dengan berbagai macan tulisan. Belum habis keheranan gw lagi, mendekati putaran Pondok Indah mulai terlihat bentangan-bentangan kain berwarna putih yang berisi pesan-pesan untuk tidak menebang pohon-pohon palem tersebut. Ada apa nih..?

Ada ajaaaaa…





Nasibmu oh Pedestrian

17 09 2007

Trotoar, yang punya nama luarnya Pedestrian, fungsi utamanya adalah tempat bagi para pejalan kaki. Tapi pada kenyataannya fungsi utama itu harus berbagi dengan para pedagang kaki lima yang berjualan, tempat parkir mobil dan OKNUM pengendara motor. Buat pedagang kaki lima, gw gak mau bahas.. Begitu juga buat yang seenak udelnya parkir mobil di atas trotoar. Yang mau gw bahas adalah para OKNUM pengendara motor ( selanjutnya baca OKNUM saja ) yang seringkali melintas di atas trotoar.

Oknum oh oknum