Percakapan Sore

28 09 2007

Pada suatu sore, sejauh mata memandang, jalur Sudirman arah Ratu Plaza – Semanggi terlihat sangat padat. Baik mobil dan motor saling klakson, nge-gas berulang-ulang, curi-curi jalur, pokoke hukum siapa cepat dia dapat sangat-sangat diterapkan pada situasi seperti ini. Sebagai pengendara motor kebanyakan, gw ikuti arus saja kemana jalur yang kosong, dan ternyata jalur kosong lebih banyak di jalur paling kiri yg bersebelahan dengan trotoar. Lumayan… naik motor sangat membantu ketika keadaan sedang macet seperti ini. Setelah jalan beberapa saat, di depan pintu keluar Ratu Plaza barisan motor di jalur paling kiri mulai tersendat, yang tidak sabaran langsung menyerang para pejalan kaki di atas trotoar. Sampai akhirnya gw melihat penyebab mandeknya barisan motor di sebelah kiri. Penyebabnya adalah sebuah taksi yang berjalan mepet ke arah trotoar sehingga tidak menyisakan space untuk pengendara motor berjalan di sebelah kiri taksi tersebut. Lalu beberapa motor mulai menyalip ke sebelah kanan dan memotong di depan taksi itu untuk mengambil jalur sebelah kiri. Sempat terlihat ada seorang pengendara motor yang yang memotong jalur taksi tersebut dengan mengangkat kaki kirinya ke arah kap mobil taksi itu. Setelah itu ternyata supir taksi itu lebih agresif, dia langsung memepetkan moncong mobilnya ke kendaraan di depannya sehingga pengendara motor yang akan masuk ke jalur kiri tidak bisa lewat. Dan mereka pun akhirnya mencari jalan lain ke sebelah kanan kendaraan di depan taksi itu.

Giliran gw deh

Advertisements